Para perawi Sirah sepakat bahwa perkampungan Bani Sa'd pada waktu itu tengah dilanda kemarau panjang yang merusak pertanian dan peternakan mereka. Tidak lama setelah Muhammad Saw menetap di rumah Halimah (ibu susuannya), tinggal di kamarnya, dan menyusu darinya, tanaman-tanaman di sekitar rumahnya kembali tumbuh subur sehingga kambing-kambingnya pulang kandang dengan perut kenyang dan sarat air susu.
Sekolah Alam dirancang sejak awal melalui pendekatan konservasi alam, untuk mengikuti sirah Rasullah Saw, menjadikan lahan subur dan bermanfaat mnausia, tanaman dan hewan secara harmony. Sejak umur 4 tahun, Rasulullah Saw sudah diajarkan untuk menggembala domba oleh ibu susuannya, di sinilah Rasulullah Saw belajar bersama alam sekitarnya untuk mengagungkan ciptaan Allah Swt dalam bentuk Alam Semesta. Firman Allah: "Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam" QS Al-Anbiya: 107
Pada usia 12 tahun, Abu Thalib melakukan perjalanan dagang dan mengajak Rasulullah Saw bergabung dalam kafilah dagang suku Quraisy. Rasulullah Saw muda mengisi waktunya dengan giat mencari rizki dengan berdagang dan menggembala domba, hingga mencapai usia 40 tahun. Beliau belajar mencari nafkah dengan cara magang bersama Ibu susuannya Halimah, kakek dan pamannya Abu Thalib hingga Siti Khadijah salah satu orang terkaya di zamannya yang pada waktunya menjadi isteri Rasulullah Saw. Waktu selama hampir 32 tahun dihabiskan Rasulullah Saw untuk belajar bisnis hingga sukses, inshaa Allah.
Sirah inilah yang kami jadikan dasar untuk menyusun kurikulum bisnis dalam perkembangan Sekolah Alam khususnya pada level Sekolah Menengah hingga Perguruan Tinggi. Kami menamakan konsepnya sebagai "Learn from Maestro", yaitu sebuah metode belajar bisnis dengan cara magang bersama Maestro (pengusaha sukses yang mau berbagi pengalaman), yang sesuai dengan bakat dan minatnya, sama seperti cara belajar Rasulullah Saw sepanjang hidupnya.

Posting Komentar
Posting Komentar