....Ketika mereka berjalan, tak ada satupun tanda kehidupan yang mereka temui di sekitar. Tidak terdengar suara apapun—baik gemerisik semak-semak maupun daun-daun yang bergerak. Tak ada getaran ranting atau mahkota pohon. Hutan ini diliputi keheningan yang total, benar-benar sunyi, kosong, dan seolah tak berujung....
Jadilah kini, buku kedua merupakan penghabisan daripada kisah-kisah kawan kita: Markus, Etienne, Yura, dan Lukas. Sebetulnya, buku yang Anda sebelumnya baca merupakan semacam pengantar, atau perkenalan daripada kisah kita. Seharusnya, kedua buku ini merupakan suatu kesatuan, bukan dwilogi. Alasan mengapa kami jadikan buku ini menjadi dwilogi dikarenakan panjangnya buku ini. Tentu kami tidak ingin menjemukan atau menyulitkan Anda kala membaca buku ini. Karenanya, kami jadikan buku “Menara Perak” sebagai dwilogi.
Selain itu pula, karena buku ini merupakan lanjutan, maka akan banyak sekali beberan cerita. Karenanya, saya sarakan pembaca untuk membaca seri pertama lebih dulu (Menara Perak I), baru kemudian buku ini supaya tahu sebab dan akibat daripada buku ini.
Selanjutnya, saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang telah menyempatkan untuk membaca buku ini. Buku ini memang tidak sempurna, namun bukankah itu juga berlaku bagi kita manusia? Baiklah, yang terpenting terima kasih kepada pembaca serta serta berbagai pihak yang telah membantu saya mengerjakan buku ini dari awal hingga akhir.
Jadilah buku ini sebagai penutup, menurunkan tirai panggung mengakhirkan drama dan tragedi kisah ini.
Judul : Menara Perak II
Jumlah Halaman : 315
Ukuran buku : 20 cm x 14 cm
penerbit : khalifamudadunia
penulis : Rasyid Aldrian
Penyunting: Winda A
Penata Letak: Winda A
Desain Cover : Gilang Topan Firdaus
ISBN : 000-000-00000-0-0
link pemesanan : khalifamudadunia@gmail.com

Posting Komentar
Posting Komentar